[Fanfiction] [Chapter] My First Love (Part 5)

 

pizap.com13629280242231

Title: My First Love Part 5

Author:  gheanlee729 (Devanda Ghean)

Genre: Romance, FriendShip

Cast:  Lee Donghae >< Im Yoon Ah

“Tapi kau tak pernah menepati janjimu bahwa kau akan bersama kami selamanya, bahwa…” ucapan Yoona terputus karena tangisannya yang semakin deras

“Bahwa kau akan menyayangi dan melindungiku selamanya! Janjimu bahwa kau tidak akan membiarkanku menangis! Tapi apa? Selama 12 tahun kau buat aku setiap hari menangis ketika aku mengingatmu!” ucap Yoona

“Karena itu sekarang aku datang dan akan menepati janji-janji itu!” jawab Donghae

“Janji? Janji yang mana yang akan kau tepati? Terlalu banyak janji yang kau ucapkan saat dulu! Tapi tak ada satupun janji yang dapat kau tepati!” ucap Yoona dan berlari pergi

“Yoong..” ucap Taeyeon diikuti member SNSD lainnya dan mengejar Yoona.

~My First Love~ (Part 5)

Yoona POV

Aku berjalan, terus berjalan ditengah padatnya kota Seoul. Entah orang akan melihatku seperti apa, aku tak peduli. Aku masih kalut dengan pikiranku sendiri, pertengkaran yang terjadi barusan seakan tak mau pergi membayangi otakku. Dia adalah namja yang kutunggu selama ini, tapi mengapa saat sekarang dia kembali aku justru sangat marah padanya. Padahal hal ini yang selalu aku tunggu selama 12 tahun. Air mataku terus menetes hingga kusadari seseorang merangkul bahuku dari belakang.

“Ya, Im Yoon Ah. Apa kau tak menyadari banyak pasang mata memperhatikanmu?” ucap seseorang di sebelahku yang tak lain adalah Kibum Oppa

“Oppa..” ucapku

“Ne, mengapa kau masih menangis? Orang yang kau nanti sudah kembali! Mengapa kau tetap seperti ini?” tanya Kibum Oppa

“Entahlah, ini semua juga membuatku bingung Oppa. Aku senang dia kembali, tapi rasanya aku sangat marah padanya! Saat melihatnya aku selalu terbayang perasaanku selama 12 tahun ini. Menyakitkan Oppa..” ucapku menangis dan memeluknya

“Kau harus bisa memaafkannya. Aku tau kau sangat mencintainya. Dan Donghae sendiri, aku tau ia juga masih sangat mencintaimu!” ucapnya sembari mempererat pelukannya

“Aku takut Oppa, aku takut merasakan kekecewaan itu untuk yang kedua kalinya!” ucapku semakin menangis di pelukannya

“Tak akan kubiarkan seorangpun menyakitimu Yoong, termasuk Donghae! Kau sudah kuanggap sebagai adikku. Percayalah! Semua akan baik baik saja” ucapnya menenangkanku

Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di samping kami. Mereka adalah Taeyeon unnie dan Leeteuk Oppa yang akan mengantar Taeyeon unnie pulang. Aku dan Kibum Oppa pun melepaskan pelukan kami.

“Yoong…” ucap Taeyeon unnie keluar dari mobil Leeteuk Oppa dan memelukku

“Unnie” ucapku masih terisak

“Gwenchana?” tanyanya, kekhawatiran sangat terlihat diwajahnya

“Ne, gwenchanayo!” jawabku

“Kajja, kita pulang. Teuk-ppa akan mengantar kita. Ah, Kibum Oppa, kau ikut?” ajak Taeyeon unnie

“Aniyo.. Kalian pulang saja duluan. Aku masih ada urusan” jawab Kibum Oppa

“Ah, ne.. Kajja Yoong!” ucap Taeyeon unnie. Sedangkan aku hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil Leeteuk Oppa.

Yoona POV END

Donghae POV

Kukejar Yoona yang berusaha pergi meninggalkan bioskop. Kucari dia, tetapi tak juga kutemukan. Ku teliti satu per satu orang yang berlalu lalang di jalan. Hingga kulihat seorang gadis berpelukan dengan seorang namja. Kedua orang yang sangat kukenal, Yoona dan Kibum. Melihat itu semua rasanya dadaku sesak, aku merasa bersalah pada Yoona. Melihat Yoona berpelukan dengan Kibum, dapat kurasakan Yoona sangat tenang bersama Kibum, sangat berbeda ketika ia bersamaku yang akan terus mengeluarkan air matanya.

“Apakah aku sejahat itu dimatamu? Dapatkah kau memaafkanku? Dapatkah aku menepati janjiku? Mianhe Yoong.. Jeongmal Mianhe…” ucapku lirih, tak terasa air mataku menetes sedikit demi sedikit.

Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di samping mereka. Mereka adalah Taeyeon dan Leeteuk Hyung. Yoona dan Kibum pun melepaskan pelukan mereka.

“Yoong…” ucap Taeyeon keluar dari mobil Leeteuk Hyung dan memeluknya

“Unnie” ucap Yoona terlihat masih terisak

“Gwenchana?” tanya Taeyeon

“Ne, gwenchanayo!” jawab Yoona

“Kajja, kita pulang. Teuk-ppa akan mengantar kita. Ah, Kibum Oppa, kau ikut?” ajak Taeyeon

“Aniyo.. Kalian pulang saja duluan. Aku masih ada urusan” jawab Kibum

“Ah, ne.. Kajja Yoong!” ucap Taeyeon.

Mereka pun menghilang bersama mobil Leeteuk hyung di gelapnya malam.

Donghae POV END

Author POV

Saat di dalam mobil, keheningan sempat terjadi Yoona, Taeyeon dan Leeteuk. Yoona masih berkelut dengan pikirannya. Taeyeon terlihat masih khawatir dengan Yoona dan Leeteuk tentunya fokus menyetir.

“Yoong, mengapa kau tiba-tiba pergi?” tanya Taeyeon memecah keheningan

“Aku hanya tak tahan berada didepannya unnie, itu hanya akan membuatku semakin mengingat penantianku yang amat sakit” jawab Yoona lesu

“Bukankah doamu selama ini terkabulkan?” tanya Taeyeon

“Mm.. Itu semua terkabulkan, tapi kini aku benar-benar sulit memaafkannya” ucap Yoona

“Apa kau sudah melupakannya?” tanya Taeyeon

Yoona hanya menggeleng.

“Yoong, dia masih sangat mencintaimu! Yakinlah!” ucap Leeteuk sembari fokus menyetir

“Mm..” ucap Yoona mengangguk

“Sudah sampai” ucap Leeteuk tiba-tiba

“Gomawo Oppa” ucap Taeyeon

“Mm.. Jangan tidur malam-malam chagi, dan jangan lupa hubungi aku. Arasso?” ucap Leeteuk

“Ne.. Kajja Yoong” ucap Taeyeon menggandeng Yoona

“Ne, ah gomawo Oppa” ucap Yoona sedikit tersenyum pada Leeteuk, sedangkan Leeteuk hanya mengangguk dan melambaikan tangan pada Taeyeon (*aiih, mesra-mesraan mlulu, ga dipikirin Yoong unnienya, sabar ya yoong unnie :3*)

Sesampainya di dorm, Yoona segera disambut oleh para member SNSD lainnya. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Yoona yang tiba-tiba pergi.

“Yoona, akhirnya kau datang!!” ucap Jessica tersenyum

“Unnie, unnie dari mana saja? Aku sangat khawatir padamu” tanya Seohyun khawatir

“Aku hanya jalan-jalan sebentar untuk menenangkan pikiranku. Gwenchana seo!” jawab Yoona

”Mengapa kalian bisa datang bersama?” tanya Sooyoung menunjuk Yoona dan Taeyeon

“Tadi saat aku pulang bersama Leeteuk Oppa aku melihatnya bersama Kibum Oppa, jadinya aku mengajaknya pulang” ucap Taeyeon menjelaskan

“Bersama Kibum Oppa? OMO!” ucap Tiffany tak percaya

“Kau menyukainya?” tanya Sunny

Yoona hanya menggelengkan kepala, “Dia hanya kuanggap sebagai oppaku yang selalu melindungiku sebagai dongsaengnya” ucap Yoona diikuti anggukan member lain

“Mm.. Baiklah, sekarang kau harus tidur! Besok kita masih punya banyak jadwal!” ucap Taeyeon

Yoonapun menuruti kata-kata Taeyeon, ia segera menuju kamarnya dan tidur.

Author POV END

Yoona POV

Kubuka perlahan mataku, kulihat cahaya matahari sudah menerobos masuk jendela kamarku. Kulihat sekitarku, ternyata Yuri unnie sudah bangun. Aku segera bangkit dari ranjang, kepalaku masih sangat pusing untuk beranjak. Kubuka pintu kamar, sangat sunyi tak seperti biasanya yang sangat ramai. Kulihat ruang tengah kosong, kulihat halaman belakang kosong dan ruang tamu pun kosong

“Mungkin mereka sudah pergi, mengapa tak membangunkanku?” ucapku kesal

Kuputuskan pergi ke dapur, kulihat beberapa makanan telah tersedia di meja makan. Disebelah makanan-makanan itu terlihat sebuah kertas yang sengaja ditinggalkan.

“Mungkin mereka menulisnya” kubuka surat itu dan kubaca isinya.

Yoong, kami keluar karena ada suatu urusan. Kau sangat nyenyak tidur, kami tak tega membangunkanmu. Kami akan segera pulang

 

Taengoo Unnie J

 

“Unnie, mengapa meninggalkanku? Haissh” ucapku kesal

Kulihat makanan yang sudah disiapkan dimeja, aku segera duduk dan memakan semuanya. Perutku terasa sangat lapar, semalam aku telah berjalan sangat jauh dan aku juga tak sempat makan. Setelah selesai makan, karena bosan kuputuskan untuk pergi keluar.

Kusiapkan mobilku dan segera pergi meninggalkan dorm, aku terus fokus menyetir menuju sebuah mall ternama di Seoul. Setelah masuk ke mall yang kutuju. Aku berjalan beberapa lama kemudian kulihat sebuah toko boneka yang menjual beberapa boneka lucu, aku sangat tertarik memasuki toko boneka itu. Aku pun memutuskan untuk masuk dan melihat-melihat toko tersebut. Setelah aku masuk kedalam toko itu, kulihat boneka ikan yang terpampang dikaca etalase toko tersebut. Kudekati boneka itu, aku tersenyum kecil melihat boneka itu.

“Sangat mirip Donghae Oppa” ucapku terkekeh

“Ahjumma, bolehkah aku melihat yang ini?” ucapku menunjuk suatu boneka ikan berwarna kuning bercampur orange.

“Ne, tunggu. Ah, kau Yoona-ssi? Wah, aku sangat senang kau disini” ucap ahjumma itu terlihat senang

“Ne.” Ucapku “Sepertinya penyamaranku tak berhasil, aissh” resahku dalam hati

“Ini bonekanya” ucap ahjumma itu beberapa saat

“Gamsahabnida” ucapku mengambil boneka itu, tak lama berfikir aku memutuskan untuk membeli boneka ikan itu. Setelah menunggu, aku pun segera membayar

“Ini uangnya” ucapku

“Ah, tak usah dibungkus. Biarkan saja seperti itu” ucapku melihat ahjussi itu akan membungkus boneka ikanku dengan kotak

“Baiklah, ini. Gamsahabnida” ucapnya sopan

Aku pun segera keluar dari toko boneka itu, saat keluar aku tak henti-hentinya memandangi boneka ikan yang aku beli barusan. Beberapa kali aku tersenyum sembari mencubiti boneka itu.

“Ah.. Kau sangat lucu” ucapku girang

Karena terlalu asyik memainkan boneka ikan itu, tanpa sadar aku menabrak seseorang hingga boneka ikanku jatuh. Sepertinya barang orang itu juga terjatuh.

“Ah, mianhe. Aku tak melihat jalan” ucapku menyesal dan segera mengambil boneka ikanku, kulihat boneka rusa cokelat juga terjatuh didepanku “Oh? Rusa?” ucapku pelan. Karena aku sangat suka hewan rusa juga karena julukanku sebagai “deer”.  Aku pun mengambilnya dan membersihkannya karena sedikit kotor akibat terjatuh.

Kudongakkan kepalaku untuk memberikan boneka rusa itu dan melihat siapa yang kutabrak barusan

“Oh? Boneka ikan?” ucap seorang namja yang kutabrak

OMO! Kenapa harus dia yang kutabrak saat aku baru membeli boneka ikan ini.

“Oppa?” ucapku kaget

“Mianhe, aku juga tak melihat jalan. Oh, sepertinya kau baru membeli boneka” ucap Donghae Oppa menunjuk boneka ikan yang baru kubeli.

Spontan, aku menyembunyikan boneka ikan ini dibalik badanku. Karena dia pasti akan GR, dia kan memliki julukan ikan.

“Ah, aniyo” ucapku mengelak

“Kau, kau.. Membeli boneka rusa?” ucapku basa-basi

“Oh, ne” jawabnya

“Kau suka hewan ikan?” ucapnya dengan nada menggoda

“Ah, ini… Ini” ucapku bingung

“Jujurlah..” ucap Donghae oppa

“Baiklah, aku memang membeli boneka ini. Wae?” jawabku sinis

“Oh.. Apa yang menyebabkanmu menyukai ikan Im Yoon Ah?” tanyanya menggodaku

“Aku hanya ingin membeli boneka ini. Dan, kenapa kau membeli boneka rusa itu?” ucapku

“Ah, ini? Ketika aku melihat boneka ini, aku teringat seekor rusa  yang semalam marah padaku” ucapnya santai

“Yak! Siapa yang kau maksud hah?” tanyaku marah, karena aku tau siapa yang dimaksud olehnya.

“Kau benar benar tak tau? Rusa itu yang semalam marah dan berlari kemudian memeluk namja di pinggir jalan?” ucapnya semakin menggodaku

Mwo? Dia melihatnya? Aigoo..” ucapku dalam hati

“Kau benar-benar tak tau? Aissh..” ucapnya kemudian membelai rambutku. Blussh, kuyakin wajahku memerah saat ini. Semoga saja ia tak menyadarinya.

“Hmm.. Rusa itu tak marah padamu. Dia hanya kecewa, tapi kurasa ia sudah memaafkanmu ketika rusa itu memiliki boneka ikan ini” ucapku menujukkan boneka ikan yang baru kubeli

“Jinjja?” tanyanya girang

“Mm.. Tapi rusa itu tidak akan memaafkanmu jika kau berani meninggalkannya lagi” ucapku sedikit menggodanya

“Aku tak akan membuat rusa ini marah lagi, aku berjanji. Dan, mengapa kau membeli boneka ikan itu?” tanyanya menggodaku lagi

“Apa kau menyukai ikan? Atau menyukai orang yang mirip ikan?” lanjutnya

“Aku menyukai ikan, dan membenci orang yang mirip ikan” ucapku menjulurkan lidah dan segera terus berjalan

Yoona POV END

Donghae POV

“Aku tak akan membuat rusa ini marah lagi, aku berjanji. Dan, mengapa kau membeli boneka ikan itu?” tanyaku mencoba menggodanya

“Apa kau menyukai ikan? Atau menyukai orang yang mirip ikan?” ucapku

“Aku menyukai ikan, dan membenci orang yang mirip ikan” ucapnya menjulurkan lidah, aigoo ia semakin imut saat ini.

Aku mengejarnya dan berjalan sejajar dengannya.

“Kita akan kemana?” tanyaku
“Entahlah, aku kesini hanya untuk jalan-jalan karena sendiri didorm. Aku tak punya tujuan mau membeli apa” jawabnya

“Mwo? Sendiri? Aku juga ditinggalkan oleh mereka karena mereka berangkat pagi-pagi sekali tadi” ucapku kesal

“Apa mereka berkencan? Mereka menyebalkan, selalu membuat iri” ucapnya dengan nada kesal. Dapat kurasakan ia tersiksa selama ini melihat semua teman bahkan dongsaengnya sudah memiliki namjachingu.

“Mengapa iri? Bukankah kita juga berkencan?” ucapku menggodanya

“Mwo? Siapa bilang?” ucapnya kemudian mempercepat jalannya, kulihat wajahnya yang malu. Aku terkekeh pelan melihat itu

“Yoong! Tunggu” ucapku

“Yoong, mengapa tak ada yang meminta tanda tangan seperti biasanya?” ucapku sedikit bercanda

“Haha.. Kita sedang menyamar, lihat saja dirimu!” ucapnya

“Mengapa kau mengenaliku?” tanyaku

“Entahlah” jawabnya singkat

“Oppa.. Kita kesana” ucapnya antusias dan menyeretku ke sebuah toko bunga

“Wah, lihatlah! Bunganya sangat segar” ucapnya riang

Yoona segera berlari memasuki toko dan mencium satu persatu bunga disana.

Kulihat sebuah bunga matahari di sudut toko, kuambil bunga itu dan membelinya. Kulihat Yoona masih asyik melihat bunga-bunga disana.

“Yoong, ini untukmu!” ucapku menyerahkan bunga matahari kesukaannya itu.

“Wah.. Oppa, bagaimana kau tau aku sangat menyukai bunga matahari?” tanyanya senang

“Bagaimana aku bisa tak tau? Aku masih mengingat ketika kau merengek meminta bunga matahari di toko bunga pinggir jalan saat itu” ucapku berusaha mengingat masa lalu yang menyenangkan itu

Flashback

 

“Oppa, aku sangat ingin bunga itu!” ucap Yoona merengek

“Oppa tak punya uang. Kita harus segera pulang, eomma pasti mencari kita” bujuk Donghae

“Oppa, aku ingin bunga itu” pinta Yoona

“Shireo, kajja kita pulang” ucap Donghae tak mau kalah

“Oppa…………. Aku tidak mau pulang jika tidak bersama bunga itu” ucap Yoona menangis

“Yak, jangan menangis disini. Diamlah” ucap Donghae

“Kau jahat Oppa.. Hikss..hikss” ucap Yoona

“Aissh, baiklah kau tunggu sini” ucap Donghae menenangkan. Yoona pun langsung mengangguk dan tersenyum

 

Beberapa menit kemudian,.

 

“Yoong, ini untukmu. Cepat! Kita lari sebelum ketahuan” ucap Donghae tergesa-gesa

“Mwo?” ucap Yoona bingung tetapi tangannya segera ditarik Donghae dan berlari sekencang-kencangnya

“Yakk!! Kau, kembalikan bunga itu. Mengapa kau mencurinya? Heii!!” teriak seorang ahjussi dari toko bunga tersebut

Flashback END

“Haha… Ekspresimu sangat lucu ketika keluar dari toko bunga dengan wajah ketakutan” ucap Yoona

“Yak, itu semua karena kau yang memaksa” jawabku

“Kenapa sekarang kau tak mencuri lagi?” tanyanya

“Hissh… Seorang idola sepertiku mana mungkin mencuri” jawabku santai

Donghae POV END

Yoona POV

“Haha… Ekspresimu sangat lucu ketika keluar dari toko bunga dengan wajah ketakutan” ucapku mengingat kejadian itu

“Yak, itu semua karena kau yang memaksa” jawabnya

“Kenapa sekarang kau tak mencuri lagi?” tanyaku bercanda

“Hissh… Seorang idola sepertiku mana mungkin mencuri” jawabnya sombong

Kami pun keluar dari toko bunga itu dan kembali berjalan mengitari mall megah itu. Tiba-tiba Donghae Oppa menarik tanganku dan mengajakku ke sebuah toko.

“Oppa, kita akan kemana?” tanyaku bingung

“Ikutlah” jawabnya santai

Tiba-tiba ia mengajakku ke sebuah toko aksesoris.

“Aku ingin membeli topi!” ucapnya

“Baiklah,” ucapku

“Ah, Oppa ini bagus bukan?” tanyaku menunjukkan sebuah syal hitam yang hangat

“Hmm… Bagaimana dengan yang ini?” tanyanya menunjukkan sebuah topi hitam

“Kau terlihat cocok dengan itu, baiklah aku akan membayar ini dulu” ucapku kemudian menuju kasir

Setekah selesai membayar kulihat Donghae Oppa dibagian gelang. Kuhampiri dia yang sedang asyik memilih gelang.

“Oppa, apa yang kau lihat? Kau ingin membeli gelang untuk siapa?” tanyaku

“Untuk orang yang sangat spesial” jawabnya tanpa menoleh dan tetap asyik memilih gelang

“Mwo? Orang spesial? Omo, kenapa hatika terasa sakit? Dia sudah memiliki yeojachingu?” ucapku dalam hati

“Yoong, mengapa kau melamun dan cemberut? Kajja, aku sudah menemukan gelang pasangan yang bagus” ucapnya kemudian menarik tanganku dan membayar gelang yang dipilihnya.

Setelah keluar dari toko aksesoris itu, aku menghentikan langkahku dan bertanya pada Donghae Oppa karena aku penasaran sedari tadi

“Oppa, siapa yang akan kau berikan gelang itu?” tanyaku tak semangat

“Sudah kubilang, orang yang sangat spesial” jawabnya semangat

“Oh, siapa?” tanyaku menundukkan kepala

“Ya, mengapa kau sedih? Apa kau cemburu?” tanyanya menggodaku

“Mwo? Ani! Untuk apa aku cemburu?” jawabku berusaha mengelak, padahal kenyataanya dia benar aku sangat cemburu

Kemudian ia membuka tas yang berisi gelang itu dan memberikan salah satunya untukku

“Ini untukmu” ucapnya memberikan gelang tersebut

“Mwo?” tanya tak percaya

“Ne, orang spesial itu adalah kau Im Yoon Ah” jawabnya

Kuyakin wajahku kali ini seperti kepiting rebus. Aigoo. Aku sangat senang

“Jinjja?” tanyaku memastikan

“Ne” jawabnya kemudian meraih tanganku dan memasangkan gelang itu. Kuharap ia benar-benar tak melihat wajahku yang pastinya sangat merah ini. Aigoo…

“Gomawo” jawabku

“Ah, aku sudah memasangkannya. Sekarang pasangkan ini” ucapnya manja dan menyerahkan gelang satunya lagi

“Haish.. Baiklah” ucapku kemudian memasangkan gelang itu di tangannya

“Gomawo” ucapnya kemudian mengecup pipiku

Seketika aku membulatkan mataku, aku masih terpaku di tempatku, seluruh badanku rasanya tak dapat digerakkan. Sedangkan dia berlari meninggalkanku. Aku tersenyum kecil

“Yak! Oppa.. Beraninya kau!” teriakku dan mengejarnya yang sudah berlari meninggalkanku.

Oh Tuhan, terima kasih untuk hari ini, kau sudah membiarkanku bersama dengan orang itu.

“Yak! Kau” ucapku terputus ketika ia tiba-tiba menarik tanganku

“Yoong! Kajja, aku lapar. Kita harus makan!” ajaknya

“Hmm. Baiklah. Yak oppa! Kau pikir ini semua baik-baik saja? Kau tau? Aku marah padamu!” ucapku menghentikan langkahku dan sedikit memanyunkan bibirku

“Haish, sudahlah. Aku tau kau senang” ucapnya menggodaku

“Mwo? Senang? Andwaee!!!” jawabku

“Terserah kau, kajja kita kesana” ucapnya menunjuk sebuah tempat makan

Kami pun masuk kedalam tempat makan yang cukup mewah itu dan segera memesan beberapa makanan. Setelah menunggu, akhirnya makanan yang dipesan datang. Aku dan Donghae Oppa pun segera menyantap makanan tersebut.

“Yoong, mengapa kau makan sangat banyak hah?” tanyanya

“Aku memang seperti ini, lagian aku belum makan siang” ucapku tenang sembari terus melahap makanan

Saat sedang asyik makan, tiba-tiba handphoneku berdering. Akupun mengangkatnya. OMO! Sooyoung unnie. Hish..

“Yoboseyo?”jawabku

“Yoong, kau dimana hah? Kami sangat khawatir. Mengapa kau baru mengangkat telepon sekarang?”tiba-tiba terdengar suara keras dari seberang

“Mianhe unnie, handphoneku baru kuhidupkan”jawabku kemudian

“Pulanglah cepat! Kau dimana?”tanyanya

“Mmh… Aku, aku sedang.. Sedang di mall!” jawabku bohong

“Dengan siapa?” tanyanya kemudian

“Ah… itu.. mm…. Dengan.. Sendiri unnie” ucapku sedikit gugup

“Baiklah, pulanglah segera” ucapnya kemudian

“Ne.” Jawabku kemudian menutup telepon

 

“Ah, Oppa. Aku harus pulang, mereka mencariku. Mianhe” ucapku

“Ne, pulanglah segera. Mereka pasti khawatir! Apa perlu kuantarkan?” tawarnya

“Aniyo, aku membawa mobil” jawabku kemudian beranjak

“Ne. Berhati-hatilah!” ucapnya

——To Be Continued——-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s